🔍Source: Mu'jam Mufashal fi Ulum al Balaghah, Mulakhos Qowaid Lughah Arabiyah
🎓By : al-faqir Nida Husnia (student of Education of Arabic Language)
Memperjelas Lawan Kita Sesungguhnya
Tak sedikit kita dapati para Muslim yang menyatakan kesiapannya berada di pihak Kuffar. Mereka secara langsung menunjukkan topeng kemunafikan d hadapan saudara muslimnya. Dukungan yg diberikan beragam bentuknya, ada yg dengan menghadiri undangan utk menjadi pembicara dlm acara mereka, ada yg dengan membantu melancarkan target mereka, mjd agen2 mereka dalam balutan nama ustad dan kyai.
Namun yg perlu kita pahami adalah siapa lawan kita sesungguhnya. Sehingga kita tak salah target dalam membidik lawan yg justru akan menimbulkan permasalahan baru. Kita begitu getol menjadi oposisi saudara sesama muslim sj, tanpa sadar musuh sesungguhnya malah kita biarkan melenggang dengan anggun.
Berkaitan dgn hal ini Allah telah berfirman:
"ولن ترضى عنك اليهود و لا النصارى حتى تتبع ملتهم"
Dalam ilmu sastra bhs Arab (Balaghah), terdapat bab 'Taroqqiy’ yg berbicara ttg lafadz yg menunjukkan suatu ambisi. Dalam ayat ini, ambisi kaum Yahudi dan Nasrani ditandai dgn kata 'حتى’ yg dalam unsur gramatika nya ‘حتى’ digunakan untuk menunjukkan adanya TUJUAN AKHIR.
Beragam upaya dilakukan oleh Yahudi dan Nasrani utk mengalihkan ke tsiqohan kaum muslim dari agama nya sendiri. Entah itu dengan fashion, fun, food, bahkan war. Pada intinya, tiada cita2 lain selain membuat kaum Muslimin tunduk pada Millah mereka.
Ayat tersebut juga menggunakan kata 'لن’ yaitu ‘peniadaan’ yg digunakan pada fiil mudhari’ yang maknanya tdk akan pernah. Hal itu terbukti dgn begitu luasnya penguasaan industri Yahudi menguasai dunia, juga berbagai perang yg dilancarkan utk memborbardir saudara kita di luar sana. Dan pada faktanya, sangat jarang kita melihat org Yahudi yg menyatakan diri utk mnjd mualaf.
Namun pada kata 'النصارى’ diberikan huruf لا yg juga memiliki makna ‘tidak’ namun masih memiliki peluang lain, oleh karenanya kita banyak menemukan kaum Nasrani yang menyatakan keislamannya.
Ayat ini sekaligus menunjukkan kepada kita siapa lawan kita sesungguhnya, sehingga kita tidak membenci Muslim yang menentang syariat, namun membenci sifat dan perbuatannya yang menentang syariat. Sehingga teguran dan dakwah yang kita berikan semuanya bertujuan utk mengembalikan saudara kita sesama Muslim ke jalan yang Mustaqim, bukan semata-mata karena kebencian.
Maafkan nasihat dari manusia yang tidak sempurna ini...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar