https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=244861829634855&id=100023331183583
Oleh : Nida Husnia
Siapa yang tak kenal akun bowo_alpenliebe? Remaja 13 tahun yang sedang viral di dunia maya berkat video Tik Tok nya. Bocah bernama lengkap Prabowo Mandardo itu mampu menyita perhatian gadis-gadis seusianya. Tak heran ia sampai bisa mengadakan agenda meet and great dengan HTM 80-100 ribu. (tribunnews.com)
Tak sedikit remaja putri yang memuji ketampanan wajah Bowo, setiap postingan Tik Tok nya selalu dihujani komentar pujian. Beberapa akun facebook ada yang sampai mengagungkan Bowo sebagai Tuhan, bahkan ada pula yang ingin merelakan keperawanannya demi Bowo.
Hal itu jelas menimbulkan kekhawatiran ditengah-tengah masyarakat, khususnya para orang tua. Bagaimana tidak? Para remaja ini terbius dengan idola dan idamannya yang tenar karena Tik Tok. Rela meminta uang kepada orang tua hanya demi bertemu dalam meet and greet, padahal wajah Bowo tak semanis penampakannya dalam postingan videonya. Terlebih lagi ada mereka yang sampai bersikap over.
Bowo bukan satu-satunya artis keluaran Tik Tok dan Musically. Kedua aplikasi ini telah berhasil mencetak ratusan hingga ribuan orang terkenal yang mendadak viral karena aksinya. Penggunanya bukan hanya kalangan remaja, dewasa dan anak-anak pun tak ketinggalan. Mereka bahkan berani membanderol HTM Meet and Great nya sebesar 300 rb untuk kelas VVIP dengan fasilitas foto dan duet bersama artis Tik Tok dan Musically. Walhasil, kita akan menemukan banyak orang yang tak malu dan sungkan berjoget di mana-mana.
Lalu apa kabar generasi muda? Perannya sebagai penerus bangsa mulai tergerus oleh trend jaman now. Tak ada lagi ghiroh belajar, yang ada justru semangat menciptakan gerakan-gerakan baru sebelum memulai video Tik Tok nya. Mereka bukan berlomba untuk menemukan terobosan baru dalam dunia pendidikan, yang terjadi malah berlomba memperindah kreatifitas video Tik Tok. Ketika mereka lumrahnya tak butuk handphone, kini mereka merengek meminta android demi bisa memasang aplikasi Tik Tok.
Remaja adalah estafet reformasi yang menentukan masa depan suatu bangsa. Dimana pun kakinya berpijak, disitulah terukir gambaran masa mendatang. Setiap bangsa mencita-citakan profil pemimpin yang bersahaja, namun cita-cita itu akan menjadi sebatas mimpi bila pemudanya tak lagi dekat dengan masjid, lebih mencintai mall, jauh dari kegiatan mengaji, dan lebih suka memposting diri.
Cobalah kita belajar dari seorang Ali bin Abi Thalib. Ia menyatakan keimanannya kepada Rasul dan mulai memeluk Islam di usianya yang ke-10. Sejak saat itu Ali tinggal bersama Rasul dan ikut berdakwah kemanapun Rasul pergi. Dalam usianya yang sangat belia Ali menerima dakwah Islam, giat mempelajari Islam dan menyatakan azamnya untuk memperjuangkan dakwah bersama Asabiqunal Awwalun.
Dalam perang Khandaq, Ali mendesak Rasul agar mengizinkannya menjadi lawan Amru bin Wuud. Padahal Amru bin Wuud adalah Jenderal perang senior milik kafir Quraisy yang tak pernah kalah setiap berduel. Ketika itu Ali yang begitu dekat dengan Rasul masih remaja, pantas Rasul tak merelakan dirinya menjadi lawan Amru bin Wuud yang perkasa. Tapi Ali sudah bertekad untuk menghabisi Amru bin Wuud. Suara tapak kuda dan lengkingan pedang membumbung tinggi, kepulan debu sampai mengaburkan pendangan mereka yang menyaksikan. Akhirnya Ali mampu mengalahkan Amru bin Wuud dengan tebasan pedangnya.
Profil Ali seharusnya sangat layak menjadi panutan generasi jaman now, namun hal ini tak terjadi sebab pemuda Muslim semakin jauh mengalihkan dunianya pada dunia hiburan dan gaya hidup para artis. Mirisnya menyaksikan realita ini, semakin bergaya dilayar HP semakin mendorong popularitas diri dan pada akhirnya menjadi iming-iming bagi sesamanya. Menginginkan pengakuan sebagai artis, mendapatkan uang adalah hal yang menjadi cita-cita mereka. Mulailah berfikir, tidakkah kita tersadar dengan hancurnya dunia remaja saat ini?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Baca Opini
Festival HAM Jember
Hari ini Jember mjd tuan rumah dlm agenda yg d beri judul "Festival HAM" dan terdiri dari beberapa sesi diskusi. Tepatnya pd p...
-
Oleh : Nida Husnia Mediaoposisi.com- Topik Khilafah saat ini telah menjadi buah bibir. Mengundang pro kontra dikalangan tokoh dan masy...
-
🔍Source: Mu’jam Mufrodat Alfadzil Qur'an 🎓By : al-faqir Nida Husnia (student of Education of Arabic Language) Antara تلاوة dan قرا...
-
Oleh : Nida Husnia Mediaoposisi.com- Sepanjang Mei 2018 Indonesia diramaikan dengan berbagai kasus teror. Berawal di Mako Brimob, Depok...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar