Salah satu peristiwa penting yg terjadi di bulan Rajab adalah Isra’ Mi’raj. Ketika itu Isra’ Mi’raj menjadi perbincangan di tengah-tengah kaum Quraisy. Bagaimana tidak? Muhammad yang diindikasikan sebagai tukang sihir kini malah mengarang sebuah dongeng. Tak tanggung-tanggung khayalannya, ia berkata kpd penduduk Quraisy bahwa semalam ia telah melakukan perjalanan ke Palestina dan kemudian mengunjungi Arsy untuk menerima perintah sholat. Semalam? Sontak penduduk Quraisy terbahak mendengar perkataannya. Hanya hitungan semalam Muhammad bisa sampai ke Al Quds dn melanjutkan perjalanan nya ke langit, “wahai Muhammad, kami rasa engkau benar-benar gila”.
Isra’Mi'raj dlm keterbatasan akal manusia memang suatu peristiwa yang impossible terjadi. Bahkan teknologi canggih pun tak mampu menciptakan transportasi yang melaju setara kecepatan cahaya. Namun seorang diantara mereka berdiri, ia berkata “ Demi Allah, jika itu yang ia katakan, sungguh ia berkata benar. Apa yang aneh bagi kalian?”. Ya, dialah Abu Bakar. Salah seorang sahabat Rasul yg paling lembut perangainya. Paling baper dgn lantunan ayat Al Qur'an. Umpamakan diri kita berada ditengah-tengah sekumpulan org yang semuanya mengatakan “Tidak!”. Mungkinkah kita berani mengacungkan jari sambil teriak “Iya!”?
Sejatinya ummat Islam saat ini diuji ketsiqohan nya terhadap agamanya sendiri. Kita banyak dicekoki life style alat Barat. Menganggap celana jeans yg pudar warnanya dn robek bagian lututnya sebagai trend, padahal kita ditipu oleh pakaian pekerja pabrik diluar negri yang sengaja mereka gunakan terus hingga rusak serat kainnya. Kita menganggap blouse dn kulot sebagai pakaian trend muslimah, padahal Al Qur'an telah menentukan standar jilbab dn kerudung. Terlalu murah iman kita yang kita gadaikan dgn tipuan2 westernisasi.
Allahu Rabbi, kemanakah sosok Abu Bakar di zaman android ini?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar